Berkat Gesits, Akhirnya Pemerintah Kepikiran Regulasi Kendaraan Listrik

Gesits-garansindo-electric-scooter-its-2016

MotoKARS.com – Sebelumnya kita sudah tahu akan peluncuran motor listrik karya anak bangsa bekerjasama dengan ATPM Garansindo Group. Yup, motor yang dinamai Gesits alias Garansindo Electric Scooter ini digadang-gadang akan menjadi salah satu backbone dari Garansindo Group untuk menyasar motor segmen kecil. Kelas yang umumnya didominasi sepeda motor asal Jepang ini membuat Garansindo berkeinginan “ikut nimbrung” dengan inovasi motor listrik. Motor listrik ini pun bekerjasama dengan ITS selaku pengembang dan motor ini benar-benar sepenuhnya buatan indonesia.

Menariknya inovasi ini bukanlah hanya sekedar konsep dadakan tanpa pertimbangan matang, Garansindo memang sudah menggodok usaha ini sedari awal. Seakan memang tahu mereka susah bersaing dengan “samurai jepang”, akhirnya sebagai kendaraan premium mereka juga menggiring Zero dan Italjet sebagai produsen kendaraan listrik premium untuk dipasarkan di Indonesia. Lho, apa hubungannya? Sembari jadi ATPM kedua merk kendaraan listrik tersebut, berkat inilah maka rencana riset bersama ITS bisa menggunakan Zero dan Italjet sebagai basis pembelajaran untuk motor listrik buatan indonesia ini.

Showroom-Zero-Motorcycles-garansindo-kemang

Motor dengan bentuk skutik dengan sasaran pasar Honda Vario dan Yamaha Soul GT ini resmi diperlihatkan previewnya bersama dengan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Mohammad Nasir. Pak Nasir pun tertarik dengan motor listrik buatan indonesia ini. Namun sebelum kita terkagum-kagum, tentu kita juga ada yang meragukan jalan cerita sang Gesits. Apakah benar akan mulus? Kita masih teringat akan proyek mobil listrik Selo dan mobil listrik lainnya yang statusnya “Hiatus”. Lebih konyol lagi sih mereka tersandung karena masalah korupsi dan masalah regulasi tidak lulus uji emisi… Ini ngitung emisinya disamping bus metro mini kah?

Namun mari kita berpikir lebih luas… selama ini Prius dan Camry Hybrid apa kabarnya? oh bahkan Tesla pun sudah dijual di Indonesia. Tentu saja mereka ini menawarkan teknologi advance dengan listrik dibanding mobil biasa, namun mereka sendiri juga tersandung dengan regulasi kok. Makanya hybrid disini harganya mahal cukup jauh, bahkan dengar-dengar dengan konfigurasi hybrid maka pajaknya dobel karena mesinnya dobel. Hem ini entah benar atau tidak, intinya sih masih simpang siur tentang regulasi kendaraan advance ini. Seakan dengan perkembangan teknologi yang sudah maju ini Indonesia menjadi “kegep” dan “susah move on”.

menristek-dikti-Gesits-its-2016

Pemerintah sendiri memang belum memiliki landasan hukum tetap yang mengatur penjualan, perindustrian, dan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia ini. Berbeda dengan negara lain seperti Eropa, Amerika bahkan Tiongkok yang sudah merangkum kebijakan perihal kendaraan listrik. Seperti di Inggris misalnya, dengan emisi yang rendah maka pembebanan pajak semakin rendah, tentu saja untuk mobil listrik mendapat pajak yang murah. Bahkan bagi perusahaan yang menggunakan kendaraan listrik sebagai operasional maka perijinan dan pajak akan dipermudah. Hal ini tentu untuk mendorong populasi kendaraan ramah lingkungan semakin besar.

Balik lagi ke Gesits, tentu harusnya Pak Nasir melihat ini sebagai peluang kebangkitan otomotif nasional, ditambah dengan problema kasus diatas, pada akhirnya kita mendengarkan status yang jelas tentang kendaraan Gundala ini. Yup, Beliau menghimbau kepada sejumlah kementrian yang terkait agar dapat merampungkan konsep undang-undang yang berurusan dengan kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan.

preview-launching-Gesits-its-2016

“Tahun ini. Ya, kita segera menetapkan regulasinya tahun ini. Saya akan mengajak kementerian perdagangan dan industri, keuangan, serta transportasi untuk menyelesaikan regulasi dan perizinan,” ujar Prof. M Nasir di sela-sela . peluncuran skuter listrik nasional GESITS di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, Jawa Timur.

Mengingat Gesits segera diproduksi Garansindo Group pada tahun 2017 semoga saja sebelum produksi motor tersebut regulasi kendaraan ramah lingkungan bisa segera rampung. Tapi tentu saja tidak hanya produsen dalam negeri yang dapat menikmati tapi produsen asing pun juga pasti turut menikmati karena toh memang ini jamannya Globalisasi. Mungkin jalan yang ditempuh Gesits dan produsen dalam negeri lainnya masih sangat panjang, tapi setidaknya dengan jalan mereka ke produksi massal dimuluskan, itu sudah cukup bagi kita. Semoga kita bisa menikmati inovasi produk-produk dalam negeri lainnya segera.

Baca juga artikel yang lainnya masbro :