Inilah Beberapa Spesifikasi Mitsubishi Expander Yang Cukup Menggiurkan

MotoKARS.com – Kemarin Mitsubishi berhasil membuat salah satunya produknya menjadi trending topic hangat di Indonesia, ya wajar saja sih barang yang ditawarkan adalah penantang Avanza. Yup apapun bentuknya asalkan ia adalah penantang Avanza pasti jadi hot. Begitulah memang magnet dari mobil sejuta umat ini, bahkan menular hingga ke pesaing pesaingnya. Namun meski menjadi trending topic sejatinya Mitsubishi baru “setengah kopling” untuk menguak sosok low MPV terbarunya ini.

Baca Juga : Mitsubishi Expander Tampil Di Publik, Model Gagah Seharga Rp.180-246 Jutaan

Saking menutupi jati dirinya bahkan mobil ini masih menggunakan nama “Next Generation MPV”, bahkan mereka tidak ingin terburu buru untuk memamerkan nama “Expander”. Expander sendiri menurut isu yang beredar di beberapa media adalah nama final dari Next Generation MPV ini. Beberapa penuturan dari PT. MMKSI telah kita simak, jadi sepertinya saatnya kita jabarkan apa saja selling point yang bagus di Expander ini? Yuk mari disimak :

1. Tampilan Gagah Perkawinan SUV dan MPV

Yup seperti penuturan dari MMKSI bahwa mobil ini memang ingin memberikan pendekatan ketangguhan, gaya dan fungsi sebuah SUV pada mobil MPV. Maka tidak heran bahwa hampir samar-samar kita bisa melihat ada nuansa “Pajero Sport” dalam Expander. Aneh ya padahal model mobil ini adalah MPV yang moncongnya saja tidak panjang tapi dia menghadirkan rasa gagah tersebut. Selain itu mobil ini mempunyai spesifikasi dimensi 4.475 mm X 1.750 mm X 1.700 yang jauh dari kompetitor low MPV lainnya. Bahkan tinggi mobil berbasis monocoque ini pun sudah sama dengan MPV ladder frame macam Innova.

Selain itu ada beberapa unsur modernisme yang tidak dihadirkan oleh kompetitor low MPV yang lain, semisal penggunaan lampu di bumper dengan daerah lampu utama hanya DRL. Penerapan yang sama dengan yang digunakan Nissan Juke dan kini sedang tenar di eropa. Grille “Dynamic Shiled” menambah gagah mobil ini serta menambah foglamp. Velg yang digunakan pun ukuran 15 inchi dengan model two tone dan profil ban tebal. Tarikan garis desain juga nampak modern dengan floating roof dan pada bagian belakang kita dapat merasakan nuansa Pajero Sport yang nampak kokoh dan futuristik.

Kalau kita lihat kan ada juga Expander yang menggunakan body kit, jujur sepertinya ini mobil yang tidak cocok untuk diberikan body kit tambahan. Karena nuansanya benar benar jangkung, menambah body kit membuat kita mengerutkan dahi seakan mobil ini salah asuhan.

Baca Juga : Ini Dia Spyshot Mitsubishi Expander, Dimensi Lebih Besar Dari Avanza!

2. Mesin 1500 cc Modern

Mesin yang digunakan memang tidak dijelaskan spesifikasinya secara mendetail, namun saya juga yakin bahwa mesin Mitsubishi yang mereka pakai juga tidak baru baru amat. Setidaknya masih ada jejak pendahulunya yang menginspirasi penyempurnaan untuk generasi mesin terbaru. Okay, mesin yang digunakan adalah 1500 cc DOHC 16 Valve MIVEC, sampai disini mesin yang digunakan nampaknya adalah 4A91 bukan 4G15 seperti rumornya. Memang 4G15 adalah mesin legendaris Mitsubishi yang masih digunakan Colt T120SS, bahkan versi turbonya dapat menyalurkan tenaga 160 hp.

Jadi apakah mesin 4A91 itu? ini adalah mesin yang telah digunakan Colt versi terbaru di Eropa sana. Yap berbeda dengan Colt disini yang sangat identik dengan mobil pikap, Colt disana adalah pesaing Jazz alias hatchback. Mesin ini menyalurkan tenaga 120 hp @ 6000 rpm dan torsi sebesar 145 Nm @ 4000 rpm. Entah untuk pasar Indonesia apakah mesin ini akan ada perubahan, yah kami yakin seharusnya ada karena Indonesia dengan daerah utara punya iklim yang berbeda.

3. Interior Sangat Roomy

Perkara soal interior adalah dampak dari betapa besarnya mobil ini, ya kami sudah baca impresi dari beberapa media soal uji coba Expander di Jepang. Meski tampilan mobilnya banyak kamuflase namun akses masuknya tidak menyulitkan. Untuk bagian depan kabin dari mobil ini terasa besar dan ketika beralih ke bagian tengah juga tidak ditemukannya kendala. Bahkan di bagian kabin belakang pun penilaiannya masih terasa positif, tidak ada kendala pada ruang kepala dan ruang kaki.

Sebagai catatan, Mitsubishi menambahkan beberapa catatan fitur yang cukup baik seperti sliding seat baris kedua yang menjadi suatu keharusan, pelipatan bangku menganut one touch tumble. Lalu yang menarik lagi adalah pada baris kedua adalah bangku tengah yang bisa dilipat menjadi armrest dan dimensinya cukup besar. Selain itu untuk tempat penyimpanan juga berlimpah dan ada port USB untuk ngecas yang jumlahnya ada 3 buah.

4. Fitur yang Modern

Berbicara soal fitur apabila anda melihat sosoknya yang sangat ajib sepertinya menjadi suatu keharusan yang ditonjolkan. Pertama adalah bagian eksterior di depan sudah ada LED DRL namun lampu masih halogen biasa dan ada foglamp, bagian belakang ada taillamp dengan desain apik dan menggunakan LED. Untuk masuk kabin anda akan diberikan keyless dengan start stop engine, lalu melihat kabinnya ada dashboard dengan desain dinamis, sedikit mengingatkan Toyota Kijang Innova.

Untuk instrument cluster terlihat tampilannya elegant dengan MID digital, warna interior menganut two tone beige dengan hitam serta motif silver. Untuk head unitnya sendiri terdiri dari model biasa double DIN untuk tipe menengah dan layar sentuh terintegrasi untuk tipe tertinggi, sayangnya dimensinya tidak besar. Oh ya di setir pemirsa juga dapat melihat steering switch control untuk audio, setirnya sendiri model palang tiga. Menilik ke bawah piranti AC masih menggunakan manual putar.

Hal lain yang tak ketinggalan adalah performa suspensinya yang telah dicoba beberapa media menunjukkan bahwa ia lembut tapi tetap dapat dikendalikan. Sebab suspensi yang mobil ini gunakan diyakini tidak jauh berbeda dengan yang digunakan oleh Mitsubishi Lancer.

5. Harga yang Nonjok Abis

Nonjok karena dengan model yang tampil dengan sangat alien, dalam artian pada kelas Low MPV hampir semua jagoannya menggunakan desain yang kalem elegan dengan harapan easy to look. Sehingga semua kalangan bisa menyukai beberapa mobil bahkan nenek kakek pun bisa menikmati gaya desain Low MPV umumnya. Sedangkan mobil ini seperti didesain dengan patron luar negeri. Gaya desain yang cukup radikal, mungkin kalau disejajarkan pada Low MPV lain, yang lain bisa kebanting.

Dengan tampilan yang sangat berbeda, ground clearance tinggi, dimensi lebih besar dan fitur juga tidak main main. MMKSI menargetkan harga Expander alias Next Generation MPV ini akan menyasar di Rp.189 juta – Rp.246 juta, sungguh harga yang menakutkan untuk sebuah alien di Low MPV. Bahkan pemirsa sandingkan Expander dengan Rush, Terios atau BR-V, Expander terlihat seperti bule di negeri entah berantah. Sehingga karakter Expander dengan harga yang murah bisa jadi underdog di bursa Low MPV. Expander juga akan dibedakan menjadi 6 trim secara terpisah dan mesin ini terdiri dari transmisi manual dan transmisi automatic.

Kira-kira itu saja yang bisa kita ketahui tentang Mitsubishi Next Generation MPV atau kalau denger bocorannya sih namanya Mitsubishi Expander. Untuk review dan kasak kusuk sepertinya kita harus menunggu pergerakan mereka di GIIAS 2017. Meski begitu untuk melawan “petahana” Avanza tentu saja MMKSI harus bekerja ekstra keras untuk membuat promo yang bagus serta jaringan aftersales yang bisa diandalkan. Bagaimana menurut pemirsa sekalian?

Baca juga artikel menarik lainnya mas bro :

  • Zainal Aknal

    Expander levelnya Innova bukan avanza

    • Fivry Welda

      Beberapa kali Mitsubishi gagal dalam misi dominasi mobil penumpang, ada Mitsubishi Kuda, ada Mitsubishi delicia dan ada Mitsubishi Grandis, sebenarnya mobil-mobil tersebut mobil yang berkualitas. Tapi lagi-lagi​ pasar di Indonesia belum berpihak pada Mitsubishi semuanya kendaraan tersebut tumbang satu persatu. Adanya Mitsubishi Pajero sport yang mengisi segmen SUV premium membuahkan kabar gembira sebagai pemain di SUV premium, untuk bersaing dengan Toyota Fortuner, sebagai Raja pemain tunggal di segmen SUV Premium. Pada ajang GAIKINDO, Pajero Sport sempat membukukan penjualan tidak kurang 1000 unit dalam​ 10 hari pameran. Untuk itu Toyota harus mengubah strategi untuk mempertahankan sebagai Raja SUV Premium. Walaupun akhirnya Pajero Sport sempat memimpin angka penjualan tapi pada akhir-akhir ini Toyota Fortuner memimpin kembali klasemen penjualan SUV Premium. Bukan tidak mungkin jika pihak Mitsubishi tidak berbenah Pajero Sport akan seperti mobil-mobil sebelumnya, discontinue.
      Melihat sosok Small MPV Mitsubishi Expander ini memberikan suasana segar di segmen Small MPV. Desain yang menggabungkan antara MPV dan SUV ini memperlihatkan karakter sporty. Dengan beberapa fasilitas yang tidak dimiliki kompetitornya membuat publik penasaran. Amino masyarakat Indonesia tinggi sekali untuk mengetahui bahkan sampai memilikinya. Tapi awal ini apakah awal yang baik untuk Mitsubishi untuk memimpin pada pasar low MPV?, Bisakah Mitsubishi menumbangkan duo maut Avanza-Xenia?. Saya fikir masih perlu dipelajari lagi untuk mengetahui pasar di Indonesia, karena duo maut Avanza-Xenia mengetahui sekali karakter orang Indonesia khususnya bagi masyarakat yang menginginkan mobil pada segmen low MPV. Harapan saya mudah-mudahan Mitsubishi tidak seperti kendaraan-kendaraan sebelumnya yang berakhir dengan discontinue product. Mudah-mudahan awal ini ada awal yang baik untuk Mitsubishi khususnya pada segmen Small MPV.