Penjualan Suzuki GSX-S150 Belum Baik Dibanding GSX-R150 dan Satria F150Fi

MotoKARS.com – Sebagai produsen yang kembali lagi ke jalurnya menawarkan motor sport dengan kualitas yang tidak kalah dengan kompetitor dan valuable, Suzuki sukses merebut pasar Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa penjualan GSX-series 150 cc di Indonesia sangat baik. Sebelum saya memberitahu data dan fakta sekarang coba pemirsa lihat di jalanan, menemukan GSX-R150 tidak terlalu sulit seperti seri Suzuki sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Suzuki cukup serius come back di Indonesia. Namun apakah planning Suzuki di Indonesia berjalan sesuai keinginan mereka?

Baca Juga : First Impression Suzuki GSX-S150, Tenaga Bertumbuh dan Easy To Use!

Ternyata tidak, menurut Viva Otomotif bahwa penjualan GSX-S150 sebagai model naked dari GSX-R150 justru melempem untuk kelas naked 150 cc. Bahkan seekor Satria F150Fi saja penjualannya masih lebih baik dibandingkan sang naked. Tentu hal ini menjadi pertanyaan besar karena secara basis GSX-S150 tidak jauh berbeda dengan GSX-R150. Punya pengendalian yang sama sama agile dan punya karakter mesin yang bisa dibilang terbuas di kelasnya (sebelum Yamaha Vixion R dijual bebas).

Data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) menyebutkan bahwa di bulan Juli 2017, Suzuki GSX-R150 mendapatkan penjualan domestik sebanyak 3.622 unit. Bila dibandingkan dengan bulan Juni 2017 yang mencapai 3.799 unit maka terlihat penurunan. Sedangkan untuk Suzuki GSX-S150 pada bulan Juli 2017 terjual 395 unit, lebih baik dibanding Juni 2017 yang terjual 242 unit. Sedangkan Suzuki Satria F150Fi di bulan Juli 2017 terjual 1.217 unit dari sebelumnya Juni 2017 terjual 835 unit.

Apabila ditotal dari semua penjualan Suzuki pada bulan Juli 2017 maka terhitung ada 7.312 unit dengan kontribusi terbesar Suzuki GSX-R150. Lalu jika kita tarik garis ke belakang sejak Januari 2017 hingga Juli 2017 maka setidaknya Suzuki mampu menjual 46.002 unit. Apabila diterjemahkan maka dari penjualan seluruh sepeda motor di Indonesia yang berjumlah 3.238.722 unit ini Suzuki menyumbang porsi sebanyak 1,42 persen.

Maka kembali ke pertanyaan awal, Suzuki GSX-S150 sudah jelas mempunyai basis dan mesin yang bagus karena tidak jauh berbeda dibanding GSX-R150. Bahkan motor ini diset harga yang murah selama promo yaitu 23,9 juta rupiah, membuat motor ini terlihat value dibanding naked yang lain. Menurut admin hal ini bisa terjadi lantaran pada market ini mindset konsumen sangat berbeda dibandingkan GSX-R150. Suzuki GSX-R150 sudah menyasar ke konsumen anak muda atau karyawan muda yang butuh mengekspresikan diri. Tentu saja tampilan ngganteng, mesin powerful dan kontrol penuh menjadi perhatian.

Meski GSX-S150 adalah kembaran GSX-R150, dari segi konsumen juga tidak bisa “dikembari” karena rata-rata konusmen di harga 25 juta kebawah menginginkan motorsport yang useful. Untuk GSX-S150, konsumen pun rata-rata karyawan muda sampai yang lebih tua. Prioritas mereka adalah motor mudah digunakan, tidak membuat capek, desain easy looking, mudah membawa boncenger dan barang. Nah dari sinilah hal minus GSX-R150 yang masih ditolerir konsumen di kelas sportbike 150 cc yakni : shock yang kurang empuk, bahan jok tipis, split seat yang tinggi menjadi terlihat bermasalah di GSX-S150 untuk konsumen naked 150 cc.

Sehingga agar penjualan lebih baik maka saran dari admin adalah Suzuki GSX-S150 dimodifikasi shock yang lebih moderat, jok yang lebih tebal, model jok rider dan boncenger digabung – tidak perlu split seat, tinggi jok boncenger sewajarnya New Vixion dan CB150R saja serta penambahan behel. Akan lebih baik apabila desain lampu depan direvisi lebih cantik lagi dan semua ini tidak ada penambahan harga. Harapan mimin semoga ini menjadi masukan yang baik bagi para petinggi Suzuki agar lebih moncer lagi penjualannya. Bagaimana menurut pemirsa? Ada tambahan?

Baca juga artikel menarik lainnya mas bro :